Tentang Web Khoir

customer service

Kumpulan pelajaran dan informasi di Web Khoir, Temukan beragam materi pelajaran sekolah dan beberapa informasi seputar pelajaran agama Islam. Seputar pemahaman tauhid dan kisah perjalanan praktisi hakikat. Mari kita merubah tujuan belajar untuk mengenal sang pemilik ilmu

Welcome in Web Khoir

customer service
Selamat datang di web ini. Ada beragam materi sekolah dan informasi seputar pelajaran Islam. Mari kita merubah tujuan belajar untuk mengenal sang pemilik ilmu


Cari Materi sesuai label :

  

  

Ayat ke 5 Surah Al Fatihah



اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ

“ Hanya kepada Mu kami menyembah dan hanya kepada Mu kami minta pertolongan “

Dalam ayat ke 5 surat al fatihah ini terdapat 3 kata kunci dan satu kata kunci yang berulang. 


Kata kunci yang pertama adalah (  اِيَّاكَ ) Hanya kepada Mu ( Tiada yang lain ), ini adalah pengakuan tauhid yang harus dimiliki oleh setiap manusia ( hanya Allah yang ada selain Dia adalah Tiada). Yang berarti juga Allah itu begitu dekat dengan kita seolah olah berhadapan dengan-Nya.  Tetapi dalam kehidupan sehari hari yang jadi masalah adalah Apakah si manusia kenal dengan tujuannya, apakah Tuhan sebagai tujuannya atau Ciptaan Tuhan alias Makhluk sebagai tujuannya. bila tak mau belajar dan tak faham apa tujuannya maka sungguh dia telah berada dalam kerugian yang sangat besar bahkan akan menjadi seorang Munafiq yang nyata. Marilah belajar tauhid untuk mengenal tujuan hidup sebenar hidup. 


Na'Budu ( نَعْبُدُ  ) kami menyembah. Anggapan manusia kebanyakan menyembah itu berarti mengabdikan diri kepada sesuatu. Beberapa ahli sufi mengatakan bahwa ketika Manusia menyembah Allah maka dia tidak akan mengharapkan sesuatu atau menghindari sesuatu contoh seperti balasan surga atau neraka. Na’budu ini berkaitan erat dengan manusia yang terdiri dari zhohir dan bathin dan ini juga merupakan aplikasi atau penerapan dari kata kunci pertama اِيَّاكَ 


Kata Na'budu perlu dipelajari lebih luas karena mengakui atau menyaksikan sesuatu itu adalah perkara iman dan tentunya tidak datang tanpa sebab.  Kata menyembah berarti sudah kenal, kalau tidak kenal maka mustahil seorang manusia menyembah dan mustahil juga akan timbul rasa beriman padanya . Maka kenalilah nama atau isimnya kemudian sifatnya dan yang berikutnya perbuatannya. 


Ketika semua data mengenai iyyaka na'budu telah dipelajari dan difahami barulah akan timbul kesadaran , pengakuan bahkan kesaksian ( syahadat ). secara Bathiniyah disebut syahadat robbaniy dan secara zhohir disebut dengan syahadat tauhid.   اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ  Kesaksian seorang manusia bahwa tiada tuhan selain Allah ilmu kesaksian ini sangat penting untuk dipelajari karena ilmu ini adalah ilmu khusus dan berkaitan erat dengan aqidah ,   yang menjadi pertanyaan . ketika manusia mengucapkan syahadat adalah. Apakah kita ini anak cucu keturunan Nabi Adam AS sudah kenal dengan ilmu kesaksian  ? atau apakah sudah menjadi saksi melihat Tuhan yang maha ghaib ? lantas kalau belum apakah kita hanya ikut ikutan dalam bersyaksi ( hanya sekedar baca ) tanpa mau belajar dan tentunya ini menjadi bahan pemikiran dan sekaligus renungan bagi kita. 


Nastain ( نَسْتَعِيْنُ )  Minta tolong, atau meminta pertolongan. Sadar atau tidak sadar bahwa lemah tak berdaya dan butuh kepada Tuhan sudah menjadi sifat dasar kebutuhan Manusia. Maka Si Manusia itu wajib hanya meminta tolong kepada Allah bergantung hanya kepada Allah bukan kepada yang lainnya. Tetapi pada kenyataannya dalam kehidupan kita ini Iman atau keyakinan itu sudah berganti tujuan bahkan tergadaikan,  begitu banyak orang yang meminta tolong atau bantuan kepada selain Allah, contohnya meminta kepada dukun , jin orang sakti benda bertuah dengan berbagai macam alasan. Na’uzubillah. 


وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ  (hanya kepada Mu kami minta tolong) 

Untuk mengenal Allah caranya adalah dengan minta tolong kepada Nya. Dikarenakan Allah itu Ghoib dan Maha Ghoib maka tidaklah bisa hanya dipelajari dari buku atau literatur lainnya tanpa berguru kepada manusia yang hidup, maka kenalilah syahadat Muhammadiy atau syahadat rasul dibawah ini 

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Karena Pada syahadat ini Allah letakkan satu Nama kekasih terbaiknya yang sudah kenal dengan Allah karena hanya Dia ( Rasulullah Muhammad SAW )  yang mempunyai Ilmu minta tolong terbaik kepada Allah . dan ini akan terus bersanat dan bersambung kepada manusia yang hidup sebagai pewarisnya baik itu ust, kiyai Mursyd syaikh atau lainnya yang mempunyai pengalaman ruhani mengenal Allah hingga akhir kehidupan. 


Ayat ke5 surat al fatihah ini adalah sebagai jantungnya atau qolbu nya surat al fatihah dan Allah meletakkan banyak rahasia didalamnya, tentunya ayat kelima surat al fatihah ini juga sebagai Syahadat . Rukun islam pertama Marilah selalu membiasakan didalam keseharian kita dengan membaca Bismillah..  Dengan memaknai nya dalam sir Tolong ya Allah. 


Penjelasan Audio :

Sebagai konklusi :

  • Bahwa tujuan utama manusia itu adalah menyembah Allah  ( نَعْبُدُ )  dengan cara minta tolong  ( نَسْتَعِيْنُ )
  • Ayat ke 5 surat al faatihaah adalah jantungnya surat al faatihaah dan merupakan rukun islam pertama yaitu syahadat.
Referensi :


 

detail ...

ASBAABUN NUZUL SURAT ALMAA'UUN


Al Maun artinya "bantuan penting" atau "hal-hal berguna".

Surat Al Maun termasuk surat Makkiyah yang diturunkan secara bertahap di Tanah Suci Mekah. Surat ke-107 dari Al Quran ini berisi peringatan kepada orang-orang yang berperilaku buruk.

Asbabun Nuzul surat Al Maa’un.

Paling sedikit ada 3 sebab kenapa surat al maun ini turun :

1. Menurut Ibnu Abbas : 

" Ibnu Abbas berkata: "Ayat ini turun berkenaan dengan Al-Ash bin Wa'il As-Sahmi. As-Sadi berkata: "Ayat ini turun mengenai Walid bin Mughirah." Yang intinya semuanya hampir memiliki kesamaan yakni mereka menyakiti anak yatim yang datang untuk meminta bantuan.

2. Syekh Nawawi Banten (wafat 1316 H)

Menyebutkan riwayat tentang asbabu nuzul surat ini berkenaan dengan Abu Jahal 

Abu Jahal diamanahi anak yatim. Lantas Anak yatim tersebut mendatangi Abu Jahal dalam keadaan tidak berpakaian untuk meminta hartanya sendiri, tapi Abu Jahal menolaknya dan tidak memperdulikannya. Anak itu pun merasa putus asa. 

Pembesar Quraisy yang mengetahui hal itu berkata: "Laporkan kepada Muhammad, ia akan menolongmu." Ucapkan pembesar Quraisy ini tujuan sebenarnya adalah mengolok-olok, namun anak yatim itu tidak mengetahui. 

Lalu benar saja ia mendatangi Nabi saw dan meminta kepadanya untuk memintakan hartanya pada Abu Jahal. Nabi yang tidak pernah menolak permintaan orang yang membutuhkan itu pun langsung bergegas mendatangi Abu Jahal beserta anak yatim tersebut. 

Sesampainya pada Abu Jahal, Abu Jahal sangat menghormati Nabi saw dan langsung memberikan harta anak yatim tersebut. 

Orang-orang kafir Quraisy mengolok-olok sikap Abu Jahal: " Hai, Abu Jahal kamu telah mengikuti agamanya Muhammad." 

"Tidak, aku tetap pada agama nenek moyangku", jawab Abu Jahal. Kemudian Abu Jahal memberikan alasan kenapa ia menuruti Muhammad untuk menyerahkan harta anak yatim yang ada padanya, " Aku melihat di sisi kanan Muhammad terdapat tombak yang mengarah kepadaku, aku takut bila tidak menurutinya, tombak itu akan menusukku. (Muhammad Nawawi Al-Jawi, At-Tafsîrul Munîr li Ma’âlimit Tanzîl, [Surabaya, al-Hidayah], juz II, halaman 667).

https://nu.or.id/tafsir/pengantar-surat-al-ma-un-spesifikasi-asbabun-nuzul-munasabah-dan-keutamaannya-Ja0Ba  


3. Ibn-Juraijseorang ulama, ahli fiqh, pembaca al-Qur'an, perawi hadits golongan tabiu al-tabiin. Menceritakan bahwa :  

Surat Al Maun diturunkan untuk menanggapi perilaku Abu Sufyan terhadap anak yatim.

Abu Sufyan terkenal sangat baik kepada orang-orang di sekitarnya. Bahkan setiap hari ia menyembelih dua unta besar untuk disantap bersama kaumnya.

Namun suatu ketika, ada seorang anak yatim yang datang kepadanya untuk meminta pertolongannya. Namun ABu Sufyan tidak mau menolongnya, justru ia malah memukul anak yatim itu dengan tongkat kemudian mengusirnya.

Padahal sosok Abu Sufyan dikenal sebagai orang yang baik hati di hadapan kaumnya. Akan tetapi ternyata hal itu bertolak belakang dengan sifat aslinya ketika sedang sendiri di rumah.

Penjelasan Audio :

 

Materi ini terkait dengan pembahasan surah Alma'uun.

Referensi :

https://nu.or.id/tafsir/pengantar-surat-al-ma-un-spesifikasi-asbabun-nuzul-munasabah-dan-keutamaannya-Ja0Ba

https://tirto.id/bacaan-surat-al-maun-dan-artinya-tafsir-keutamaan-asbabun-nuzul-gjnY



detail ...

ILMU ISIM

 

Apalah arti sebuah nama....... kata kata ini sering kita dengar. Nama itu bahasa arabnya adalah isim yang mempunyai arti dan tujuan yang bervariasi. secara umum isim itu berarti nama tetapi beberapa ahli hakikat berkata tanda atau ciri, isim ini telah allah letakkan di ayat yang pertama surat al faatihaa. Bismillaah... Dengan nama Allah. Didalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 30 Allah mengatakan bahwa sebelum adam dicipta Allah telah memberikan tanda tanda bahkan ciri ciri manusia pertama (kholifah) yang akan Allah ciptakan di bumi. 


Seluruh isim yang ada baik itu yang bisa dilihat atau tidak mulai dari awal penciptaan sampai hari qiyamah pasti semuanya berasal dari isim yang satu yaitu Allah sebagai nama yang maha Agung. Pengenalan Ilmu isim ini Allah tunjukkan kepada nabi Adam as sebagaimana disebutkan pada surat-al-baqarah-ayat-31  dan nabi Adam as mengajarkan seluruh ilmu isim (surat-al-baqarah-ayat-33 ) kepada para Malaikat dan penduduk surga dan inilah pertanda bahwa nabi Adam adalah pemegang ilmu isim pertama dan sebagai pembuka ilmu pengetahuan lainnya. Ilmu isim ini akan terus berestafet melalui kitab samawi dan shuhub shuhub yang diterima para nabi dan rasul hingga akhir kehidupan. 


Setiap jam bahkan detik dalam kehidupan ini manusia selalu berhadapan dengan isim untuk itu sangat perlu untuk difahami bahwa ilmu isim itu berkaitan erat dengan tauhid yaitu memahami bahwa di setiap isim yang ada di alam semesta ini, isim Allah pasti ada didalamnya. Untuk itu setelah si manusia mengetahui bahwa ilmu isim ini ada pada setiap ciptaan maka wajib baginya untuk mengiringi segala perbuatannya mesti harus dengan nama Allah.

Penjelasan Audio :

Kesimpulan diskusi:


1. Isim itu adalah nama, ciri,tanda

2. Dalil al qur’an mengenai isim dan sejarah penerima ilmu isim pertama.

3. Ilmu isim itu adalah sebagai pembuka ilmu pengetahuan lainnya.

4. Mengiringi segala perbuatan dengan nama Allah.


Referensi : 

https://www.taubi.my.id/bermula-dengan-isim

https://www.taubi.my.id/alfatiha 

https://www.taubi.my.id/berbuat-dengan-nama-allah 




detail ...

Prasangka Umum Manusia

no image

 Pernahkah kita berprasangka dalam hidup ?

Kemanakah kita sandarkan prasangka itu?

Saat bersangka apakah Allah kita libatkan ? atau jangan-jangan hanya berhenti pada baik dan buruk.

 

Dalam kehidupan kita sehari hari begitu banyak hal yang kita lihat dan jumpai. Mulai dari kawan kerja, kawan ngopi bahkan kawan bercanda hingga kepada urusan pekerjaan sampai rumah tangga dan itu semua tentu akan berkaitan  dengan masalah dan Prasangka.

 

Dalam Hadist Qudsi disebutkan bahwa :

" ) يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي( ……..

Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku.


Ini menandakan bahwa allah selalu memandang manusia melalui persangkaan si Manusia. Benarkah bahwa persangka kita telah kita sandarkan kepada Allah? Atau hanya berhenti pada Makhluk. Bila itu terjadi berarti kita telah masuk dalam golongan orang yang merugi ( wal asri).

 

Ketika prasangka menyelimuti seseorang sementara tak sadar kalau Tuhan ada pada prasangka nya maka hasilnya akan menjadi baik dan buruk dan memang ini sengaja allah sematkan kepada manusia sebagaimana Nabi Adam AS allah ciptakan dengan kesempurnaannya tapi allah jadikan juga sifat lalai didalamnya dan ketika ini tak dikenali maka akan menjadikan qolbu semakin tertutup. Perlu di ingat bahwa Prasangka seorang manusia apapun itu akan kembali kepada yang si manusia yang bersangka.

 

Marilah belajar mengenal  prasangka ini ( tentunya dengan manusia yang hidup ) karena ini berkaitan erat dengan aqidah,  setiap sesuatu yang  dipandang pada dasarnya si manusia sedang berhadapan atau menyaksikan allah melalu af al NYA atau perbuatan-NYA. prasangka ini selalu menjebak aqidah seseorang untuk mempertuhankan Akalnya, untuk itu hendaknya si manusia  selalu berbuat dan minta tolong hanya kepada allah dengan selalu membiasakan dalam setiap perbuatan " Bismillahirrahmanirrahim " Dengan memaknai nya dalam sirr " Tolong ya Allah" Dan kemudian kita maknai dengan ucapan “ Innalillahi Wa inna ilaihi Roji'un”, Segala Hal apapun itu pasti datang dari Allah dan tentunya akan kembali juga kepada Allah.

 

Simpulan : ( Audio : )

1.     Prasangka itu pasti ada dalam setiap kejadian

2.     Dalil prasangka , Allah memandang  / mengikuti prasangka Manusia.

3. Prasangka itu membahayakan akidah bila hanya berhenti pada baik dan buruk seharusnya sadar bahwa segala hal apapun datang dari allah dan harus dikembalikan kepada sang pemilik prasangka dengan cara minta tolong.


Referensi : 

https://www.taubi.my.id/titik-pandang-tuhan

https://www.taubi.my.id/berbuat-dengan-nama-allah

detail ...

Mengenal Syahadat

Sudahkah kenal dengan Syahadatain.

Ilustrasi mengenal IKRAR SYAHADAT.

Belajar mengenal Syahadat.

 SIAPA YANG KENAL DIALAH YANG MERASA , Bukankah setiap hari kita selalu membaca syahadat terutama ketika sholat bahkan kalimah syahadat itu sudah mewarnai kehidupan kita ini. Lantas pertanyaan sederhana nya adalah. Kenalkah kita dengan yang kita ucapkan ? dan  kalaupun sudah kenal bahagian mana yang sudah kita kenali ?

Rukun islam itu didirikan atas 5 perkara , Syahadatain adalah bahagian awal, Syahadat PERTAMA disebut SYAHADAT TAUHID dan ini adalah  ikrar yang diucapkan Nabi Muhammad SAW artinya bahwa Rasulullah menyaksikan dengan lengkap Zhohir dan bathinnya Bahwa Tiada TUHAN yang lain selain  Allah, begitu juga Allah menyaksikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai Utusannya. Dengan kata lain saling kenal dan saling bersaksi. Bagaima dengan kita yang mengaku Muslim apakah kita sudah kenal dengan syahadat yang kita ucapkan setiap harinya , atau kita hanya ikut ikutan tanpa ada proses belajar didalamnya?

 

Dalam kehidupan kita sehari hari dapat kita Ilustrasikan, ketika kita mempunyai teman baru tentu akan terjadi perkenalan ( TA’ARUF saling berkenalan ) mulai dari siapa Namanya dimana rumahnya dan seterusnya sehingga kita kenal dengan dia. Panca indra dan anggota tubuh yang kita miliki terutama MATA adalah sebagai alat yang kuat untuk menyaksikan sesuatu dan terus akan berproses melalaui akal yang kita miliki. karena mustahil kenal tanpa melihat.

 

Untuk belajar mengenal ( MA’RIFAT ) mengenai  syahadatain ini tentu kita mesti mengenal  (mulai dari namanya , sifatnya dan terus perbuatannya). siapa dan apa yang kita saksikan dan siapa yang menyaksikan kita. Karena ini adalah Aqidah yang harus kita terus ulangi dalam setiap detik kehidupan kita ini. ketika ini belum difahami maka sangat sulit dan mungkin mustahil untuk sampai kepada tujuan mengenal Allah. Nah disinilah perlu untuk belajar mengenal siapa yang sudah disaksikan Allah .  

 

Rasullullah Muhammad saw adalah Manusia terbaik yang sudah disaksikan ALLAH.  jadi untuk mengenal Rasulullah tentu membutuhkan seseorang yang hidup yang kenal dengan ilmu kesaksian atau ahli ruhani sedangkan buku atau yang lainnya hanyalah sebagai referensi untuk menguatkan. Belajar memahami dan mempraktekkan ilmu syahadat ini sama wajibnya, Lantas sudahkah kita disaksikan Allah atau kita menyaksikan Allah atau paling tidak sudahkah kita disaksikan oleh ahli saksi yang kenal dengan Tuhan?

 Summary

  1. Syahadat itu adalah ikrar yang harus dipelajari
  2. Belajar mengenal syahadat itu sama wajibnya dengan memperaktekkannya.
  3. Syahadat itu adalah aqidah yang wajib untuk dikenali.

Referensi.

https://blog.taubi.my.id/2022/07/hikmat-marifat.html

https://blog.taubi.my.id/2021/01/syahadat2.html

https://blog.taubi.my.id/2021/01/haq-islam.html



 

detail ...

Total Tayangan Halaman