customer service
Selamat datang di web ini. Ada beragam materi sekolah dan informasi seputar pelajaran Islam. Mari kita merubah tujuan belajar untuk mengenal sang pemilik ilmu


Cari Materi sesuai label :

  

  

NABI MUSA ALAIHISSALAM

 


Dalam belajar sejarah ini sebenarnya bertujuan untuk memudahkan kita memahami hakekat ke ilmuan Nabi Musa Alaihissalam ( kalaamullaah ) sebagai TABLIGH  dengan destinasi terakhir untuk memudahkan kita mengenal sang pemilik ilmu ALLAH SWT Mari belajar untuk mengenal sang Pemilik Ilmu. Bukan untuk mencari baik dan buruk.

Dalam sejarah nabi Musa ini insyaallah akan di sampaikan mengenai Hal ihwal peristiwa yang terjadi.


1. Masa sebelum nabi Musa dilahirkan.

2. Ketika Musa dilahirkan dan kanak kanak 

3. Masa remaja nabi Musa Alaihissalam.

4. Masa kenabian 

5. Masa Kerasulan 

6. Pertemuan nabi Musa dan Nabi Khidir 

Dikisahkan bahwa masa ketika nabi Musa sebelum dilahirkan banyak terjadi kejadian yang diluar nalar berfikir kita sebagai makhluk ciptaan Allah , suatu ketika para tukang ramal , cenayang , dukun ataupun ahli nujum Fir'aun berkumpul berdiskusi mengenai mimpi Fir'aun yang melihat api membakar wilayah Mesir dan semua rakyatnya mati kecuali masyarakat Bani Israil .

Maka sesuai hasil diskusi para peramal istana bahwa akan datang seorang anak laki laki dari Bani Israil yang akan menghancurkan  kerajaannya. Maka Fir'aun memerintahkan seluruh bala tentaranya agar membunuh setiap bayi yang lahir dari kalangan Bani Israil.

Ibu nabi Musa yang bernama yukaibid masa itu sedang mengandung nabi Musa. Ketika setelah Musa dilahirkan . Maka ibunya selalu meletakkan Musa di dalam peti dan mengikatnya dengan tali dan ketika waktu menyusui tiba maka Musa pun di ambil dan meletakkan kembali suatu ketika tentara Fir'aun memeriksa rumahnya dan saat itulah Musa dihanyutkan ibu nya disungai Nil.

Atas kekuasaan Allah  peti tempat nabi Musa dihanyutkan ditemukan oleh para dayang dayang istana Fir'aun dan memberikan kotak tersebut kepada istri Fir'aun. Siti Asiah sangat senang dengan bayi tersebut dan membawanya ke istana,  ketika Fir'aun melihatnya dia langsung menghunus pedang dan ingin membunuh bayi tersebut tapi istrinya bermohon agar bayi tersebut tidak dibunuh dan menjadikannya sebagai anak.

Suatu ketika Musa dibawa Asiah ke kamar Fir'aun ketika itu Fir'aun lagi santai lalu Musa menarik janggut Fir'aun maka Fir'aun pun marah dan menyuruh para algojo kerajaan untuk membunuh Musa , tapi Asiah mengatakan Musa hanya anak kecil yang belum tahu apa apa. Lantas asiah memberikan ide kepada Fir'aun untuk mengujinya. Lalu Musa ditawarkan 2 bara api dan 2 permata lantas Musa memilih 2 bara api maka selamatlah Musa dari algojo Fir'aun.

Suatu ketika pada sat itu kira kira Musa sudah remaja beranjak dewasa  lalu Jibril datang dan menyampaikan kabar  bahwa sesungguhnya Fir'aun bukanlah orangtuanya dan sekaligus sebagai persiapan bagi Musa untuk diangkat menjadi Nabi Pembawa Risalah ketauhidan Dan kepada Musa diberikan kitab " TAURAT " 

Suatu ketika nabi Musa  berjalan jalan di kota Ain Syams pada saat penduduk kota sedang istirahat . Nabi Musa menyaksikan ada dua orang yang sedang berkelahi satu pemuda berasal dari Bani Israil dan satu lagi dari kaum Fir'aun ( qibthi ). Maka nabi Musa menolong yang dari Bani Israil.

Setelah peristiwa tersebut maka nabi Musa mengadakan hijrah yang pertama dari Mesir menuju madyan . Ketika sampai di negeri madyan nabi Musa beristirahat dibawah pohon. Dia melihat orang orang antre untuk mengambil air di sumur dan setelah selesai mereka menutup sumur tersebut dengan bongkahan batu besar yang hanya bisa di angkat beberapa orang laki laki, ditempat yang agak jauh dari sumur itu dia melihat dua perempuan sedang antre untuk mengambil air di sumur , maka nabi Musa menolongnya dan mengangkat batu tersebut dan memberi air kepada 2 wanita penggembala tersebut.

Singkat cerita maka nabi Musa pun menikah dengan salah satu dari dua perempuan tersebut dengan mahar Musa harus mengembala untuk mereka selama 8 tahun dan disempurnakan menjadi 10 tahun . Ada sebahagian mufassirin yang mengatakan bahwa kedua wanita tersebut adalah anak anak  dari nabi Syu'aib AS. Dan bahkan tongkat nabi Musa adalah warisan dari nabi Syu'aib AS. Wallohu a'lam.

Dimasa hijrah kedua nabi Musa , Dia pun kembali ke kaumnya Bani Israil yang ada di Mesir dia terus berdakwah menyampaikan risalah tauhid ( Tablig ) terutama kepada Fir'aun dan kaumnya Tapi Fir'aun tetap menolak untuk bertauhid dia tetap mengaku dirinya sebagai tuhan. Disela sela dakwah nabi Musa di istana Fir'aun terjadilah adu ilmu antara ahli sihir istana dan nabi Musa. Maka ketika ahli sihir melemparkan tongkat mereka seketika itu juga berubah menjadi Ular siap menyerang , maka nabi Musa pun melemparkan tongkatnya atas izin Allah berubahlah tongkat tersebut menjadi ular yang besar dan melahap seluruh ular milik tukang sihir. Wallohu a'lam.

Pada puncak kemarahan Fir'aun terhadap Musa dan pengikutnya , Fir'aun pun ingin membunuh Musa dan pengikutnya , tapi nabi Musa telah melakukan hijrah yang berikutnya .  Fir'aun dan bala tentaranya terus mengejar Musa dan pengikutnya hingga  sampai di lautan nabi Musa pun memukulkan tongkatnya hingga laut terbelah , nabi Musa dan pengikutnya selamat sampai tujuan tetapi Fir'aun dan bala tentaranya tenggelam di lautan dan dikisahkan Fir'aun dan seluruh bala tentaranya mati. Wallohu a'lam.

Masa kholwat nabi Musa di mulai ketika telah selamat dari kejaran Fir'aun , maka nabi Musa pun melakukan kholwat atau bermunajat selama 40 hari di bukit thursina dan berkata kata dengan Allah sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur'an surat An Nisa ayat 164.  Musa Alaihissalam juga  membawa 10 perintah , Hukum yang tertuang  dalam kitab Taurat  ( 10 Commandments of Moses ) 

Setelah selesai munajat nabi Musa maka diapun menjumpai kaumnya Bani Israil dan dia mendapati kaumnya dalam ke syirikan setelah mereka bertauhid , kaumnya menyembah anak sapi , maka nabi Musa memanggil saudaranya Nabi Harun dan menarik janggutnya sambil berkata apa yang kamu lakukan terhadap perintahku dan kaumku maka Harun berkata aku telah mengingatkan mereka tetapi mereka menolak dan mengikuti Samiri ad Dajjal. Maka Musa pun mengusir Samiri Ad dajjal sebagai hukuman. Dan kepada kaumnya harus saling bunuh membunuh atau bunuh diri supaya taubat mereka diterima Allah. Wallohu a'lam.

Suatu hari Musa pun berbicara di depan kaumnya Bani Israil . Lantas ada dari pengikutnya yang bertanya, wahai nabiyallah siapakah orang yang paling pandai itu ? Maka nabi Musa menjawab Aku. Dengan ucapan tersebut akhirnya Allah menyuruh nabi Musa untuk berguru kepada abdun min ibadina yaitu nabi Khidir Syaihk  Al Auliya'i Wal  An Biya'i .

Maka Musa pun berangkat dengan pelayannya yusya' bin nun dan membawa ikan yang dimasukkan dalam suatu wadah atau tempat. Dan adapun perjalanan nabi Musa ini menuju antara pertemuan laut Persia dan Romawi .

Maka mereka berjalan hingga sampai di sebuah batu yang besar mereka membaringkan tubuh l sejenak lalu tertidur. Tiba tiba ikan tersebut menghilang dan melompat ke laut. Mereka terus berjalan siang dan malam hingga suatu ketika Musa berkata bawalah kemari makanan kita . Setelah itu nabi Musa tersadar bahwa ditempat ikan menghilang itu lah sebagai tempatnya untuk berjumpa dengan nabi Khidir AS.


Dan kisah perjalanan Nabi Musa Alaihissalam dan Nabi Khidir ini terdapat dalam Al Qur'an pada surat Al Kahfi ayat 60 sampai ayat 82.

Ada tiga kejadian 

1. Melobangi Perahu 

2. Membunuh Anak kecil

3. Membetulkan dinding yang hampir Roboh. 

Nabi Musa pun berguru kepada nabi Khidir tentu dengan syarat bahwa apapun yang dilakukan dan diperintahkan oleh nabi Khidir nabi Musa tidak boleh bertanya .  Nabi Musa menyanggupinya dan setuju dengan syarat yang di ajukan nabi Khidir. Boleh dikatakan bahwa perjalanan ini adalah perjalanan  hakikat dari Ihsan.

Dihikayatkan bahwa suatu ketika nabi Khidir dan Musa melakukan perjalanan yang panjang ketika mereka naik perahu maka nabi Khidir pun membolongi atau melobangi perahu tersebut hingga bocor dan penumpangnya pun berusaha untuk mengeluarkan air dari perahu tersebut.

Lalu nabi Musa bertanya kenapa engkau ya nabiyallah Khidir melobangi perahu tersebut dan bila itu dilakukan bisa membahayakan penumpang lainnya. Nabi Khidir pun mengingatkan nabi Musa bahwa Nabi Musa tidak akan sabar dan sanggup ikut bersamanya.

Selanjutnya ketika mereka berjalan maka mereka berjumpa dengan anak kecil dan nabi khidir pun membunuhnya . Lagi lagi nabi Musa bertanya mengenai kejadian tersebut, lalu nabi Khidir mengingatkan kembali perjanjian mereka.

Mereka pun berjalan lagi dan berjumpa dengan penduduk dan mereka minta di jamu sebagaimana layaknya seorang tamu tapi semuanya menolak. Dan kemudian nabi Khidir melihat terdapat dinding rumah yang hampir Roboh maka mereka memperbaikinya hingga selesai. Tapi lagi lagi nabi Musa bertanya kepada nabi Khidir mengenai ke anehan tersebut.

Lalu nabi Khidir berkata wahai nabi Musa ini lah perpisahan kita saya akan menjelaskan takwil dari perjalan yang kita lakukan.

Bahwa perahu yang dilubangi milik orang miskin sedangkan didepannya terdapat raja yang lalim dan merampas setiap perahu bagus  yang lewat . Itu aku lakukan untuk menyelamatkan mereka.

Kemudian dan adapun anak kecil yang aku bunuh ketika besar nanti dia akan kafir dan membuat aib bagi keluarganya sementara orangtuanya adalah orang yang shaleh.

Dan adapun dinding rumah yang kita perbaiki adalah rumah yang di dalamnya terdapat dua anak yatim dan dibawahnya terdapat harta bagi mereka berdua nantinya. 

Begitulah kisah nabi Khidir dengan nabi Musa Alaihissalam , wallohu a'lam bisshowab.

Dan adapun kisah nabi Khidir ini disajikan semata mata untuk memudahkan pengenalan kepada sang pemilik ilmu.

Nasab nabi Musa Alaihissalam.

Musa bin Imran bin yashur bin mahits bin lawiy bin Yakub bin Ishaq bin Ibrahim Alaihissalam.


Referensi.


1. Al Qur'an Al Karim.

2. Qishosul Anbiyai.

3. Al Bidayah wa An Nihayah Ibnu Katsir dll.

4. Kisah Perjalanan Ahli Ruhani.


Related Post

Previous
Next Post »

Total Tayangan Halaman